Kumpulan 55 Pantun Perpisahan Dan Cinta Demi Masa Depan

Ya, bermain lempar pantun memang menarik. Terlebih lagi jika disesuaikan dengan situasi yang sedang terjadi saat ini. Suasana yang girang bisa menjadi bertambah bahagia. Sedangkan melempar pantun pada situasi yang sedih bisa menjadi penghibur hati yang lara. Nah, bagi kamu sekalian yang sedang bingung mencari contoh pantun perpisahan, simak saja contoh pantun perpisahan berikut ini.

Kumpulan 55 Pantun Perpisahan Dan Cinta Demi Masa Depan

Berikut Kumpulan 55 Pantun Perpisahan Dan Cinta Demi Masa Depan 

lebah tidak bersarang lagi
habis pulang ke gunung ledang
sembah tidak dipanjangkan lagi
perut lapar hari dah petang
hari ini jual jagung
hari besok jual jelai
hari ini kita berkampung
hari besok kita bercerai
Kerana budi Jasad Tertawan
Kain buruk jatuh di papan
Patah terkulai dahan meranti
Biarlah buruk rupamu tuan
Asal pandai mengambil hati
Kayu mempoyan kulitnya manis
Patah galah dalam paya
Laku perempuan mulutnya manis
Cakap sepatah jangan percaya
malam ini menanam jagung
malam besok menanam serai
malam ini kita berkampung
malam besok kita bercerai
bila tidak dikarenakan unggas
tidaklah rusak padi disawah
kalaulah tidak dikarenakan tugas
tidaklah kita dapat berpisah
lemak terasa sibuah pinang
bikin menjamu paduka raja
makanan lazat telah terhidang
marilah kita menjamu selera
Kerisi, Cencaru, siikan Parang
Ikan Belut siikan gerut
Tidak sangka orangnya curang
Lain dimulut lain diperut
Berinai orang berhitam kuku
Mandi disiram si air mawar
Tuan seorang biji mataku
Racun diminum jadi penawar
lebah tidak bersarang lagi
habis pulang ke gunung ledang
sembah tidak dipanjangkan lagi
perut lapar hari dah petang
Ambil setangkup bunga melati
Hiasan rambut puteri jelita
Kenapa dinda tak sanggup menanti
Mana perginya janji setia
Bunga lada tingginya sama
Ambil setangkup bunga melati
Kanda berjanji terlalu lama
Manalah sanggup dinda menanti
dari tempat mana akan kemana
tinggi rumput dari padi
tahun mana bulan mana
bisa kita bersua lagi
Kalaulah jadi pergi keladang
Kain panjang cari dahulu
Kalaulah jadi pergi berdagang
Induklah semang cari dahulu
Leher merah itu helang
Terbangnya tangkas perangai garang
Jangan dinda berhati walang
Kasih kanda padamu seorang
Berjalan di malam kelam
Baiklah kiranya berteman
Kenapa pungguk rindukan bulan
Bunga banyak kembang ditaman
mudik ke hilir berperahu layang
berkunjung sebentar di indera giri
pergilah kasih pergilah sayang
pandai-pandailah melindungi diri
Hilir rakit berkajang kain
Dimana teluk singgah bertimba
Niatku tidak pada yang lain
Adinda seorang tiadalah dua
Pulau Sipadan pulau Ligitan
Tempat singgah raja Bulungan
Risau dibadan galau ingatan
Ingat pungguk rindukan bulan
tanam lenggun tumbuh kelapa
terbit bunga pucuk mati
budi tuan kami tidak lupa
telah terpahat didalam hati
Batang selasih permainan budak
Tumbuhnya jarang tepi telaga
Bercerai kasih bukan kehendak
Paksaan orang dituruti juga
Kalau ada sumur diladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi
hati gembira berbarengan teman
bergembira ria dibawah jambatan
seandainya kita diizinkan tuhan
tentu bersua dihari kemudian
ayam rintik tepi di tepi hutan
terlihat dari pinggir telaga
nama yang baik lantas ingatan
seribu tahun terkenang juga
Serapah disembur mengubat gatal
Tok bomoh membaca jampi
Sebelum tidur ditepuk bantal
Menyeru nama dalam mimpi
Harum sungguh bunga melati
Kembang setangkai diwaktu pagi
Hancur sungguh rasa dihati
Sedang berkasih ditinggal pergi
jasamu dikenang nama diberi
bikin merai teman bestari
anda sahabat yang kami kasihi
layanan anda sangat diharga
Kerana Budi Jasad Tertawan
Tengah padang pasang pelita
Anyam ketupat bulan puasa
Bukan nak pandang cantiknya rupa
Hati terpikat budi bahasa
jalan malam menggunakan suluh
berkunjung sebentar dirumah teliti mamat
angkatkan tangan jari sepuluh
doa minta agar selamat
hari ini menugal jagung
hari besok menugal jelai
hari ini kita berkampung
hari besok kita bercerai
bila ada sumur di ladang
bisa saya menumpang mandi
bila ada umur yang panjang
bisa kita bersua lagi
akan menebang nibung berduri
dibikin pagar pinggir perigi
pantun dikarang melepas diri
entahkan apabila bersua lagi
Patah pasak dalam kemudi
Patah diruang bunga kiambang
Kalaulah tidak bertemu lagi
Bulan yang terang sama dipandang
Jauh berdagang ditengah kota
Menjual dagangan pelbagai benda
Abang pergi mencari harta
Buat meminang akan adinda
batu kecubung warna ungu
ditatah berlian batu bermutu
kebiasaan melayu menyongsong tamu
hamparkan tikar lebarkan pintu
Anak tani mengutip lokan
Lokan dikutip untuk dimakan
Sayang anak tangan-tangankan
Sayang isteri tinggal-tinggalkan
Pucuk pauh selara pauh
Sembilu ledung ledungkan
Adik jauh kekanda jauh
Kalau rindu sama menungkan
orang ke laut menjala udang
petang hari pasang pelita
yang di tunggulah sudahpun datang
yang dinanti sudahpun tiba
Ikan sepat dimasak berlada
Kuah cencaluk jadi bumbunya
Kalau tak dapat dimasa muda
Akan kutunggu sampai menjanda
tanjung sauh di pulau bintan
area berlabuh orang penyengat
berpisah jauh bercerai badan
sahabat handai terus kuingat
orang aceh tengah sembahyang
hari jumaat sedang hari
pergilah kasih pergilah sayang
pandai-pandailah melindungi diri
Batang selasih permainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga
hari ini menanam jagung
hari besok menanam serai
hari ini kita berkampung
hari besok kita bersurai
sirih berlipat sirih pinang
sirih dari pulau mutiara
pemanis kata selamat datang
awal bismillah pembuka bicara
Pucuk pauh selara pauh
Pucuk terjuntai di atas titi
Adik jauh kekanda jauh
Menaruh rindu di dalam hati
gunung bintan lekuk ditengah
sayang penyengat kubunya tiga
hancur badan dikandung tanah
budi kusanjung kuingat juga
batang selasih permainan budak
berdaun sehelai dimakan kuda
bercerai kasih bertalak tidak
seribu tahun kembali juga
berhembus bayu angin mengilir
sejuknya hingga keujung pohon
sambutlah salam pesan terakhir
kusampaikan melalui untaian pantun
bila menjemur papan panjang
baik disusun tegak berdiri
bila lah ada umur panjang
insya allah kita kan bersua lagi
Sayang Semarang Gunung Merapi
Anak gelama dituba jangan
Tidak dilarang adik berlaki
Janji yang lama dilupa jangan
kelip-kelip kusangka api
kalaulah api mana puntungnya
hilang ghaib kusangka mati
bila mati mana kuburnya
bunga kemboja putih berseri
putihnya melur diujung dahan
atas hubungan kerja serta pertolongan yang diberi
puji syukur serta terimakasih kami ucapkan
dari tempat mana akan kemana
tinggi rumput dari kepadi
hari mana bulan yang mana
bisa kita bersua lagi
dari tungkal pergi siantan
berkunjung berlabuh di kuala maras
selamat tinggal handai serta tolan
kita berpisah dikarenakan tugas

Itulah tadi Kumpulan 55 Pantun Perpisahan Dan Cinta Demi Masa Depan  yang bisa kamu gunakan disaat-saat hendak berpisah. Kepada siapa pantun itu bisa digunakan? Ya kepada siapapun. Contohnya saat hendak berpisah dengan sahabat, ketika hendak berpisah dengan pacar, saat mau berpisah dengan teman sekolah, atau ketikan mau berpisah dengan pak guru atau bu guru. Bahkan ke saudara atau ke anggota keluarga juga bisa. Selamat memberikan pantun terindah ya.
edit